BAB
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kacang tanah merupakan
tanaman pangan yang mengandung protein nabati cukup tinggi. Kacang tanah
termasuk jenis tanaman semak yang berasal dari amerika selatan. Kacang tanah mulai banyak dibudidayakan sejak abad
17 dan mulai tersebar ke berbagai penjuru dunia. Para pedagang cina dan portugis memiliki andil besar dalam
persebaran kacang tanah. Kacang tanah merupakan tanaman yang banyak
dibudidayakan pada musim kemarau, karena tanaman kacang tanah tidak dapat
tergenang oleh air.
Kacang
tanah dapat tumbuh baik dengan curah hujan 800-1500 mm/tahun. Diharapkan hujan
yang datang tidak terlalu deras karena dapat berakibat pada rontoknya bunga.
Suhu yang sesuai dengan pertumbuhan kaacang tanah berkisar antara 28-32 oC.
Pada suhu dibawah 10oC akan mengakibatkan pertumbuhan kacang tanah
kurang maksimal. Hal ini menggambarkan bahwa tanaman kacang tanah baik ditanam
pada daerah dataran rendah. Untuk kelembaban udara diharapkan berkisar antara
65%-75%. Dengan adanya hujan yang sering turun akan mengakibatkan penigkatan
kelembaban udara yang terlalu tinggi, hal ini akan menghambat pertumbuhan
tanaman kacang tanah. Kondisi yang dijabarkan dapat disimpulkan bahwa tanaman
kacang tanah baik dibududayakan ketka masuk musim kemarau. Penanaman jenis
legumenosa pada lahan pertanian dapat memperbaiki sifat biologi, kimia dan
fisik tanah. Pada dasarnya tanaman legum akan bersimbiosis dengan jenis-jenis
bakteri menguntungkan seperti rhizobium, sehingga tanah akan mengalami
perbaikan dengan bantuan dari mikroba-mikroba tersebut.
Pada
dasarnya tanaman akan tumbuh optimal pada media tanam yang cocok untuk tanaman
tersebut. Kacang tanah memiliki speseifikasinya sendiri yaitu dengan tanah yang
gembur dan ringan. Tingkat keasaman tanah berkisar antara 6 - 6,5. Tanaman
kacang tanah membutuhkan cukup air. Bila tanaman kacang tanah kekurangan air
akan mengakibatkan pertumbuha yang kerdil tan produksi akan menurun.
Variates tanaman kacang
tanah yang banyak di budidayakan oleh petani merupakan variates-variates unggul
seperti kacang brul, cina, dan holle. Karakteristik vatietas unggul kacang
tanah ditandai dengan daya produksi tinggi, umur yang pendek antara 85-90 hari,
produsinya stabil, tahan terhadap cekamak kekerinangan satau tanah becek, dan
tahan terhadap penyakit utama seperti karat dan bercak daun.
1.2
Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui taknik budidaya tanaman kacang
tanah yang baik
2. Mahasiswa dapat menanam kacang tanah dan dapat
menghasilkan produksi kacang tanah yang baik.
BAB
2. TINJAUAN PUSTAKA
Kacang tanah merupakan salah satu sumber protein
nabati yang cukup penting di Indonesia, luas pertanamannya menempati urutan 4
setelah padi, jagung dan kedelai. Dalam meningkatkan produksi juga dituntut
untuk tetap menjaga lingkungan agar tidak rusak sehingga produksi bisa lestari.
Upaya untuk meningkatkan Kacang tanah dengan perluasan areal memanfaakan lahan
kering yang belum dikelolah secara optimal, memanfaatkan limbah. pertanian
sebagai pupuk untuk menekan biaya produksi serta pengelolaan tanaman secara
baik (Arinong, 2008).
Menurut Ingale (2011) kacang tanah berasal dari
Amerika Selatan. Kacang tanah dapat hidup baik pada wilayah tropis dengan suhu
sedang hingga panas (maksimal 32oC). Kacang tanah dapat bersimbiosis
dengan beberapa mikroorganisme yang dapat membantu pertumbuhan tanaman kacang
tanah. Mikroorganisme yang dapat bersimbiosis seperti rhizobium dan tricoderma.
Pertumbuhan kacang tanah, secara garis besar dapat dibedakan
menjadi dua tipe, yaitu tipe tegak dan tipe menjalar. Pada umumnya percabangan
tanaman kacang tanah tipe tegak sedikit banyak melurus atau hanya agak miring
keatas. Batang utama tanaman kacang tanah tipe menjalar tentu saja lebih
panjang daripada batang utama tipe tegak, biasanya panjang batang utama tipe
tegak, biasanya panjang batang utama antara 33-50cm. Kacang tanah tipe tegak
lebih disukai karena umurnya genjah. Kacang tanah tipe tegak lebih mudah
dipungut hasilnya daripada kacang tanah tipe menjalar (Aak,2006).
Kacang tanah merupakan sumber nutrisi yang baik bagi
manusia. Kacang tanah menyediakan banyak protein yang dapt membantu pertumbuhan
dan perkembangan manusia. Protein yang terdapat di kacang tanah merupakan
protein yang tidak terdapat pada hewan dan tidak di produksi oleh tubuh
manusia, sehingga mengkonsumsi kacang dapat membantu peyediaan nutrisi yang
tidak bisa di produksi oleh tubuh manusia (Atasie, 2009).
Menurut Suprapto (2000) dalam Evita (2012),
faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya produksi kacang tanah adalah
pengolahan yang kurang optimal sehingga drainasenya buruk dan strukturnya
padat, pemeliharaan tanaman yang kurang optimal, serangan hama dan penyakit,
penanaman varietas yang berproduksi rendah, mutu benih yang rendah dan periode
kekeringan yang cukup lama terjadi pada fase pengisian polong. Penurunan produksi
ini pada umumnya disebabkan oleh penurunan luas lahan dan produktivitas lahan
penanaman kacang tanah yang terus menurun. Karena itu maka upaya peningkatan
produksi kacang tanah harus melalui intensifikasi, salah satunya dengan
pemupukan (Raja ,2013).
Tanaman kacang tanah membutuhkan unsur hara esensial
seperti N, P, dan K untuk pertumbuhan dan produksinya. Fosfor merupakan unsur
hara esensial yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak oleh tanaman.
Fosfor sendiri berperan aktif pada fase generatif seperti berperan dalam
mempercepat pembungaan dan pemasakan buah (Raja, 2013). Usaha untuk memperkuat jaringan
tanaman agar dapat mempertahankan diri dari serangan patogen dapat dilakukan
dengan pemupukan kalium. Pupuk kalium dalam bentuk KCl dapat membantu
memperkuat jaringan tanaman serta mempertebal dinding sel epidermis sehingga
mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen secara mekanis (Sudir
dan Suparyono, 1997 dalam Nurhayati, 2012).
Agustina (2000)
mengatakan bahwa kebutuhan nutrisi kacang tanah dapat diberikan dengan pupuk
anorganik, organik bahkan biofertilizer. Seperti tanaman legum lainnya, kacang
tanah dapat bersimbiosis dengan baik bersama Rhizobium sp. Simbiosis yang
terjadi antara tanaman kacang tanah dan rhizobium dapat mengurangi penggunaan
pupuk urea anorganik. Pupuk organik dapat diberikan agar kondisi fisik, biologi
dan kimia tanah dapat terjaga kesehatannya. Bahan organik juga berfungsi
sebagai bahan makanan untuk mikroba-mikriba yang ada dalam tanah.
Aplikasi P, Ca dan B dapat mempengaruhi tinggi
tanaman, berat total tanaman dan berat biji per 100 gram. Unsur hara P
berfungsi sebagai penentu kauliatas dari produksi kacang dan dapat membantu
pertumbuhan tanaman lebih spesifik lagi pada masa generatif. Unsur hara Ca
memiliki peran lebih spesifik dalam proses pembentukan buah atau polong. Bila
kekuranagn unsur Ca maka akan berakibat menghasilkan polong yang kosong. Unsur
Boron (B) banyak berperan dalam proses fisiologis dari tanaman seperti sintesis
protein dan lain sebagainya (Kabir, 2013).
Dalam
budidaya kacang tanah tidak hanya diperluakan peberian pupuk, tapi juga
pengolahan lahan sangat diperlukan. Saat lahan sudah mengalami pengolahan akan
memudahkan ginofor pada kacang tanah masuk kedalam tanah dan membentuk polong.
Selain untuk memnudahkan ginofor masuk ke dalam tanah, kondisi tanah gembur
akan memudahkan akar untuk tumbuh sehingga serapan hara dan air dapat maksimal.
Pada saat pemanenan kondisi tanah yang gembur memberi kemudahan pada petani
untuk mencabut kacang dengan tingkat kehilangan polong kacang tanah yang kecil
karena tertinggal dalam tanah (Habiby, 2013).
Kondisi
lingkungan seperti suhu dan cuaca dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi
tanamn kacang tanah. Pada fase vegetatif dan generatif dibutuhkan suhu yang
optimal daripada panjang hari penyinaran matahari terhadap tanaman. Suhu
optimal untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 25o-35o C.
Pada fase pembungaan membutuhkan spesifikasi suhu yang bebrbeda lagi yaitu
berkisar 24o-27oC. Pada dasarnya kacang tanah memerluakan
iklim yang lebih panas dibandingakan dengan jagung dan kedelai (Feronika,
2013).
BAB
3. BAHAN DAN METODE
3.1
Tempat dan Waktu
Pelaksanaan
praktikum Pembiakan Tanaman acara Hambatan Perkecambahan Benih Akibat Dormansi
dan Pemecahannya dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2013 pada pukul 07.00 –
09.00 WIB, dilakukan di Agrotechnopark Jubung Fakultas Pertanian Universitas
Jember.
3.2
Alat dan bahan
3.2.1
Alat
1. Timbangan
2. Papan Nama
3. Cangkul
4. Timbangan
3.2.2
Bahan
1.
Benih Kacang Tanah
2.
Pupuk Urea
3.
Pupuk SP-36
4.
Pupuk KCL
4.3
Cara
kerja
1.
Mempersiapkan benih
kacang tanah yang akan ditanam
2.
Mempersiapkan lahan
yang sesuai dengan persyaratan tanamana kacang tanah
3.
Membersihkan lahan
dari segala macam gulma dan akar-akar tanaman.
4.
Membentuk bedengan
dengan ukuran yang telah ditentukan : Luas bedengan adalah 1 X 2 Meter dengan
ketebalan antara 20-30 CM.
5.
Menentukan pola
tanam pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dealam larikan dengan
jarak tanam 40 X 15 atau 30 X 20 CM. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam
lebih rapat yaitu dengan 40 X 10 atau 20 X 20 CM.
6.
Membuat lubang
tanam sedalam 3 CM dengan tugal
7.
Melakukan pemupukan
dengan jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea = 60 s.d
90 Kg/ha + SP-36 = 60 s.d 90 Kg/ha + KCl = 50 Kg/ha
8.
Melakukan
pemeliharaan anaman yang meliputi penyulaman, penyianagn, pembumbunan,
penyiraman, pengendalian PHT
4.4
Parameter
Pengamatan
1.
Tinggi Tanaman
2.
Jumlah Daun
3.
Jumlah Batang
Produktif
4.
Kecepatan Tumbuh
Bunga
5.
Jumlah Akar
6.
Panjang Akar
7.
Jumlah Polong
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Tabel
Pengamatan
|
Perlakuan
|
Minggu ke
|
Rerata
Tinggi Tanaman (cm)
|
Rerata
Jumlah Daun
|
Jumlah
Akar
|
Panjang
Akar (cm)
|
|
Kontrol
(1 &
4)
|
1
|
5,27
|
8,7
|
20
|
13
|
|
2
|
7,27
|
29,04
|
|||
|
3
|
10,8
|
63,07
|
|||
|
4
|
16,32
|
82,61
|
|||
|
5
|
19,49
|
92,72
|
|||
|
6
|
21,41
|
113,1
|
|||
|
7
|
22,67
|
136,7
|
|||
|
Perlakuan
1
(2 &
5)
|
1
|
5,28
|
8,4
|
19
|
33,35
|
|
2
|
6,5
|
16,4
|
|||
|
3
|
13,54
|
23,5
|
|||
|
4
|
13,89
|
53,88
|
|||
|
5
|
17,36
|
56,5
|
|||
|
6
|
19,96
|
96,5
|
|||
|
7
|
22,41
|
115,7
|
|||
|
Perlakuan
2
(3 &
6)
|
1
|
2,18
|
3,84
|
23
|
15,66
|
|
2
|
5,68
|
11,65
|
|||
|
3
|
11,37
|
27,93
|
|||
|
4
|
17,27
|
66,07
|
|||
|
5
|
17,46
|
71,1
|
|||
|
6
|
16,45
|
71,8
|
|||
|
7
|
11,39
|
56,43
|
4.1.2 Grafik
Rerata Tinggi Tanaman

4.1.3 Grafik
Rerata Jumlah Daun

4.1.4 Grafik
Akar

4.2 Pembahasan
Kacang tanah merupakan
tanaman yang tidak menghendaki kondisi air yang melimpah. Kondisi air yang
melimpah akan merusak akar dan mempercepat pembusukan buah kacang yang terbentuk.
Tanaman kacang tanah memiliki morfologi yang hampir sama dengan jenis
kacang-kacangan lainnya, hanya saja terdapat sedikit peredaan pada buah yang
terpendam di bawah permukaan tanah. Sistem akar pada kacang tanah adalah akar
tunggang yang telah berkembang menjadi baik dengan banyak akar-akar lateral,
tidak memiliki rambut akar, dan memiliki bintil akar untuk mengikat nitrogen.
Batang pada kacang tanah berbentuk cabang percabangan terdiri dari dua jenis
yaitu dengan cabang vegetatif dan cabang reproduktif. Cabang vegetatif
dicirikan dengan adanya daun sisik yang disebut katofil yang terdapat pada 2
buku pertama pada cabang. Cabang vegetatif sekunder dan tertier dapat
berkembang dari cabang vegetatif primer. Daun pada batang utama tersusun
spirat, pada cabang vegetatif primer tersusun berseling, berdaun 4, dengan 2
pasang daun duduk berhadapan berbentuk membundar telur sungsang berukuran 3 – 7
cm x 2 – 3 cm, panjang tangkai daun 3 – 7 cm, terdapat bagian yang menggembung
pada dasar tangkai daun pada dasar setiap daun. Hal ini merupakan ciri adanya
pergerakan pada malam hari yaitu tangkai daun akan menggulung ke bawah dan daun
akan menggulung ke atas sampai keduanya bersentuhan. Cabang perbungaa berbentuk
tunggal pada katafil dan ketiak daun pada cabang vegetatif dan ada beberapa
yang tumbuh pada buku teratas pada batang. Pada setiap perbungaan terdapat 2 –
5 bunga, bunga duduk berwarna kuning muda hingga jingga kemerahan. Buah polong
berbentuk silindris, berisi 1 – 6 biji buah yang siap dipanen memiliki ciri
warna coklat kehitam-hitaman.
Tanaman kacang tanah
memiliki spesifikasi lokasi tersendiri yaitu memerlukan curah hujan antara
800-1.300 mm/tahun, namun tidak menghendaki hujan yang terlalu keras karena
akan merontkkan bunga sehingga tidak dapat menjadi buah. Suhu yang optimal
untuk pertumbuhan kacang tanah adalah 28 s.d. 32oC, apabila suhu
berada dibawah 100C pertumbuhan tanaman akan terhambat karena proses
metabolismenya akan terhambat, hal yang selanjutnya terjadi apabila suhu
mencapai 10 derajat adalah bunga yang dihasilkan kerdil. Kelembaban yang dikehendaki antara 65-75%.
Penyinaran matahari secara penuh disukai oleh kacang yang akan berdampak
terhadap pertumbuha dan perkembangan
kacang. Jenis tanah gembur dengan pH antara 6-6,5 dapat mendukung pertumbuhan
kacang tanah. Sebaiknya kacang tanah tidak kekurangan dan kelebihan air,
apabila terjadi kekurangan air aan mengakibatkan tanaman kurus, kerdil, layu
dan akhirnya mati. Ketinggian lokasi tanamn yang baik adalah ketinggian daro
100-500 mdpl.
Pada dasarnya pengolahan tanah pada setiap
pertanaman sangat dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan perakaran, pada kacang
tanah tidak hanya dapat membantu pertumbuhan perakaran namun juga dapat
membantu perkembangan dan pertumbuhan polong kacang. Tanah yang gembur dapat
memberikan ruang dan kemudahan polong kacang tanah terisi hingga maksimal.
Pengolahan tanah juga dapat membantu aerasi di tanah dan menjaga kegemburan
tanah. Pengolahan tanah mutlak diperlukan apabila jenis tanahnya lempung,
karena lempung akan sangat sulit sekali ditembus akar apabila dalam kondisi
tanpa olah tanah. Apabila kondisi tanah sudah gembur atau geluh maka pengolahan
lahan tidak terlalu diperlukan.
Jarak tanam pada setiap pertanaman sangat
diperlukan. Jarak tanam akan mempengaruhi serapan hara untuk setiap tanaman.
Dengan jarak tanam yang optimal akan memmaksimalkan serapan hara pada individu
tanaman, apbila jarak tanamnya terlalu smpit akan terjadi perbutan atau
kompetisi dalam penyerapan hara dan hal ini akn mengakibatkan tdaik meratanya
dan tidak maksimalnya pertumbuhan tanaman. Jarak tanam yang optimal untuk
kacang tanah adalah 40x15 cm, 30x20 cm, atau 20x20 cm. Dengan jarak tanam yang
demikian tanaman kacang tanah sudah optimal dalam penyerapan hara.
Kacang tanah merupakan
jenis tanaman menyerbuk sendiri (autogame). Penyerbukan kacang tanah terjadi
pada benang sari dan putik pada bunga yang sama, sedikit sekali terjadi
penyerbukan tetangga. Perlu diketahui bahwa biji kacang yang dihasilkan
buaknlah umbi. Biji yang dihasilkan berasal dari penyerbukan yang sebelumnya
sudah terjadi. Terbentuknya polong
kacang dibawah tanah terjadi setelah penyerbukan, kemudian terbentuk zigot
didalam ovari (bakal bauh). Tangkai Ovari kemudian kemudian memanjang,
perpanjangan tersebut biasa disebut Ginofor. Ginofor yang mulai tumbuh
memanjang akan memasuki tanah dan kemudian ovari akan tumbuh membesar hingga
ukuran maksimal. Ginofor sangat unik, selain dapat memanjang, ginofor dapat
emmabntu menyerap air dan hara yang dibutuhkan tanaman. Dengan kondisi tanah
yang gembur akan mempermudah ginofor dan ovari tumbuh didalam tanah.
Permasalahan pada budidaya kacang tanah yang banyak terjadi adalah pada
penentuan jarak tanam, kondisi lahan, pemilihan benih dan pemupukan kacang
tanah yang tidak optimal. Hal ini terjadi karena tanaman kacang tanah dianggap
sudah dapat tumbuh dengan baik tanpa pemberian pupuk, utamanya pupuk urea.
Kondisi ini terjadi karena tanaman kacang tanah dianggap sudah dapat memenuhi
kebutuhan haranya dengan bantuan rhizobium pada bintil akarnya. Tanaman kacang
tanah dianggap sebagai tanaman yang dapat memperbaiki kondisi biologi dan kimia
tanah. Menurut Kabir (2013) kebutuhan akan nutrisi seperti unsur-unsur P, Ca
dan B mtlak diperlukan tanaman kacang tanah dengan dosis yang tepat. Aplikasi
unsur hara tersebut dapat membantu pertumbuhan tanaman kacang tanah dalam
mencapai produksi yang maksimal. Usaha untuk memperkuat
jaringan tanaman agar dapat mempertahankan diri dari serangan patogen dapat
dilakukan dengan pemupukan kalium. Pupuk kalium dalam bentuk KCl dapat membantu
memperkuat jaringan tanaman serta mempertebal dinding sel epidermis sehingga
mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen secara mekanis
(Sudir dan Suparyono, 1997 dalam Nurhayati, 2012). Berdasarkan literatur tersebut, tanaman kacang tanah membutuhkan
aplikasi pupuk majemuk untuk memaksimalkan pertumbuhan dan produksi kacang
tanah. Pada budidaya kacang tanah biasanya petani menggunakan benih dari
pertanaman sebelumnya, sehingga penggunaan benih bermutu masih kurang. Pada
laha pertanian secara umum, pengolahan lahan untuk kacang tanah masih minim
sekali, terkadang petani melakukan penanaman tanpa oleh tanah sehingga pertumbuhan
tanaman kacang tanah kurang optimal. Menurut Raja (2013) diperlukan usaha
secara intensifikasi seperti penambahan pemupukan dan penggunaan benih bermutu
untuk dapat meningkatkan produksi kacang tanah.
Berdasarkan data yang diperoleh selama 7
minggu masa tanam kacang tanah didapatkan hasil terbaik pada perlakuan kontrol
yaitu dengan tinggi tanaman mencapai 136,7 cm dan jumlah daun 22 helai,
sedangakan pada perlkuan pemberian pupuk yaitu perlakuan 1 dan daun
menghasilkan tinggi dan jumlah daun dibawah hasil perlakuan kontrol. Perbedaan
yang begitu mencolok terlihat pad perlakuan 2 yang menghasilkan tinggi tanaman
hanay 56,43 cm dan jumlah daun hanya 11 helai. Hal ini dapat terjadi karena
kematian tumbuhan jagung yang terjdai dilapang. Kematian tanaman dapat terjadi
karena beberapa faktor sperti gagalnya benih tumbuh dan mati karena terserang
hama dan penyakit. Tingginya jumlah kematian tanaman kacang tanah pada
perlakuan 2 dapat menurunkan rerata pada perlakuan 2. Namaun dapat kita lihat
pada jumlah dan panjang akar tanaman perlakuan 2 tidak terlalu buruk, hal ini
dapat menjelaskan bahwa sebenrnya perlakuan pemberian pupuk dapat menstimulir
pertumbuhan tanaman pada setiap individunya. Terdapat beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi produksi kacang tanah bila ditelisik dari faktor internal
dan ekstrenal. Faktor internal yang berperngaruh adalah kemurnian dan varietas
benih, benih yang dipilih sebaiknya memiliki daya tumbuh minimal 80%, dengan
daya tumbuh minimal 80% dapat mengurangi resiko kehilangan tanaman karena gagal
tumbuh. Faktor ekstrenal yang patut diperhatikan adalah seprti suhu,
kelembaban, intensitas cahaya, dan suplai unsur hara. faktor eksternal ini
harusnya disesuaikan dengan varietas dan jenis tanaman yang akan ditanam.
BAB 5. KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1 Kesimpulan
1.
Tanaman kacang tanah memiliki morfologi yang hampir sama
dengan tanaman lainnya yaitu memiliki batang, akar, daun, bunga, hanya saja
yang membedakan dari tanaman lain adalah biji yang dihasilkan tumbuh dibawah permukaan
tanah.
2.
Pada dasarnya pengolahan tanah pada setiap pertanaman sangat dibutuhkan
untuk membantu pertumbuhan perakaran, pada kacang tanah tidak hanya dapat
membantu pertumbuhan perakaran namun juga dapat membantu perkembangan dan
pertumbuhan polong kacang.
3.
Kacang tanah merupakan jenis tanaman menyerbuk sendiri
(autogame). Penyerbukan kacang tanah terjadi pada benang sari dan putik pada
bunga yang sama, sedikit sekali terjadi penyerbukan tetangga. Perlu diketahui
bahwa biji kacang yang dihasilkan buakanlah umbi. Biji yang dihasilkan berasal
dari penyerbukan yang sebelumnya sudah terjadi.
4. Tanaman kontrol
menghasilkan data terbaik pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan
terburuk terdapat pada perlakuan 2, hal ini dapat terjadi karena banyaknya tanaman
kacang tanah yang mati dan gagal tumbuh sehingga berpengaruh terhadap rerata
pengamatan.
5.2
Saran
Pengamatan yang
dilakukan saat praktikum dirasa sangat kurang, hal ini karena proses pemanenan
belum memasuki masa atau waktu yang tepat. Diperlukan waktu untuk budidaya
lebih panjang langi untuk mendapatkan data dan hasil yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Aak. 1989. Kacang Tanah. Yogyakarta
: Kanisius.
Agustina Liliek. 2000. Nutrisi
Tanaman. Bogor : Bineka Cipta
Arinong R. 2008. dkk. Peningkatan Produksi Kacang Tanah (Arachis
hypogeae L.) dengan Pemberian Jerami Padi dan Pupuk Kandang. Agrisistem 2(2): 70-73.
Atasie V. et
al. 2009. Proximate Analysis and Physico-Chemical Properties of Groundnut (Arachis hypogaea L). Nutrition 8(2): 194-197.
Evita. 2012. Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
Pada Perbedaan Tingkatan Kandungan Air. Agroteknologi
1(1) : 30 – 36.
Feronika M. dkk. Evaluasi
Produktifitas dan Kualitas Beberapa Varetas Kacang Tanah (Arachis hypogaea
L.) di Tanah Bertekstur Liat. Agroteknologi
1(2) : 201 – 2013.
Habiby R. dkk. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah ( Arachis
hypogaea L.) Pada Beberapa Ppengolahan Tanah Inseptisol dan Pemberian Pupuk
Kascing. Agroteknologi 1(4) : 1183 –
1193.
Ingale S and
Shrivastava K. S. 2011. Nutritional
study of new variety of groundnut (Arachis hypogaea L.) JL-24 seeds. Food Science 5(8) : 490 – 498.
Kabir R. et
al. Effect of Phosphorus, Calcium and Boron on the Growth and Yield of
Groundnut (Arachis hypogea L.). Bio-Science
and Bio-Technology 5(3) : 51-60.
Raja L.
dkk. 2013. Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah Terhadap Bahan Oorganik
Tithonia diversifolia dan Pupuk SP-36. Agroteknologi 1(3) : 725- 731.
can I trust this 1? :p
BalasHapus