BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kacang Hijau merupakan
tanaman pangan yang mengandung protein nabati cukup tinggi. Selain mengandung
protein nabati, kacang hijau banyak mengandung vitamin, mineral, hingga Omega-3
yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Kacang Hijau merupakan tanaman yang
banyak dibudidayakan pada musim kemarau, karena tanaman Kacang Hijau tidak
dapat tergenang oleh air. Kacang Hijau memiliki umur yang pendek dan dapat
membantu mengembalikan kesehatan dan kesuburna tanah.
Di
Indoneia sendiri budidaya kacang hijau masih kurang diminati, kondsi ini
terjadi karena kacang hijau sendiri belum termasik bahan panagn yang banyak
dikonsumsi masyarakat dibandingkan kedelai, padi dan jagung. Kacang hijau
sendiri sangat baik untuk masa pertumbuhan bayi karena kandungan protein dan
omega-3 yang cukup tinggi. Dengan kandungan yang banyak bermanfaat tersebut
seharusnya kacang hijau dapat di konsumsi lebih banayk lagi.
Kacang
Hijau dapat tumbuh baik dengan curah hujan 50-200 mm/bulan. Ketinggian tanah
yang cocok untuk tanaman kacang hijau adalah 500 - 750 mdpl. Suhu yang sesuai
dengan pertumbuhan kaacang tanah berkisar antara 20-28 oC. Hal ini
menggambarkan bahwa tanaman Kacang Hijau baik ditanam pada daerah dataran
rendah. Untuk kelembaban udara diharapkan berkisar antara 65%-75%. Dengan
adanya hujan yang sering turun akan mengakibatkan penigkatan kelembaban udara
yang terlalu tinggi, hal ini akan menghambat pertumbuhan tanaman Kacang Hijau.
Kondisi yang dijabarkan dapat disimpulkan bahwa tanaman Kacang Hijau baik
dibududayakan ketka masuk musim kemarau. Penanaman jenis legumenosa pada lahan
pertanian dapat memperbaiki sifat biologi, kimia dan fisik tanah. Pada dasarnya
tanaman legum akan bersimbiosis dengan jenis-jenis bakteri menguntungkan
seperti rhizobium, sehingga tanah akan mengalami perbaikan dengan bantuan dari
mikroba-mikroba tersebut.
Pada
dasarnya tanaman akan tumbuh optimal pada media tanam yang cocok untuk tanaman
tersebut. Kacang Hijau memiliki speseifikasinya sendiri yaitu dengan tanah yang
gembur dan ringan. Tingkat keasaman tanah berkisar antara 6,7. Tanaman Kacang
Hijau membutuhkan cukup air. Bila tanaman Kacang Hijau kekurangan air akan
mengakibatkan pertumbuha yang kerdil tan produksi akan menurun.
1.2
Tujuan
1. Mahasiswa dapat
mengetahui taknik budidaya tanaman Kacang Hijau yang baik
2. Mahasiswa dapat menanam Kacang Hijau dan dapat
menghasilkan produksi Kacang Hijau yang baik
BAB
2. TINJAUAN PUSTAKA
Achyad dan Rasyidah (2006) dalam Atman (2008) kacang
hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan
yang banyak dimakan rakyat Indonesia, seperti: bubur kacang hijau dan isi
onde-onde, dan lain-lain.Kecambahnya dikenal sebagai tauge. Tanaman ini
mengandung zat-zat gizi, antara lain: amylum, protein, besi, belerang, kalsium,
minyak lemak, mangan, magnesium, niasin, vitamin (B1, A, dan E). Manfaat lain
dari tanaman ini adalah dapat melancarkan buang air besar dan menambah semangat
hidup. Selain itu juga dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis,terkilir,
beri-beri, demam nifas, kepala pusing/vertigo, memulihkan kesehatan,kencing
kurang lancar, kurang darah, jantung mengipas, dan kepala pusing.
Kacang hijau dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk
beberapa penyakit. Kandungan asam amino dan protein dapat membantu dalam
pembentukan sel-sel baru. Kacang hijau selain digunakan sebagai obat dapat pula
digunakan sebagai bahan kosmetik. Selain itu juga dapat digunakan untuk
pengobatan hepatitis, terkilir, beri-beri, demam nifas, kepala pusing/vertigo,
memulihkan kesehatan, kencing kurang lancar, kurang darah, jantung mengipas,
dan kepala pusing (Shaheen, 2012).
Menurut Taunk (2012) Produksi kacang hijau
diharapkan dapat mengalami peningkatan. Peningkatan produksi kacang hijau dapat
dilakukan dengan berbagai cara seperti persilangan. Kebutuhan maupun produksi
perlu terjadi keseimbangan. Produksi yang dihasilkan masih rendah karena
budidaya yang kurang. Selain itu di dunia produksi kacang hijau kira-kira
mencapai 5,5 per ha. Di india kebutuhan kacang hijau antara produsen maupun
kontributor mencapai 75%.
Unsur
K pada K2O memiliki peran sebagai pembentukan pati, pengaktif enzim,
pembentuk stomata, dan memperbaiki kekebalan tanaman dari patogen. Unsur K
termasuk dalam unsur hara makro yang banyak dibutuhkan oleh tanaman. Unsur hara
k banyak dibuhkan tanaman ketika memasuku fase generatif. Pada dasarnya pupuk
Kalium diberikan diawal pertanaman bersamaan dengan pupuk P. Unsur P dan K
diberikan pada awal pertanaman karena kedua jenis pupuk ini adalah jenis yang
lama larut dalam air sehingga lama untuk dapat terserap tanaman (Hermawati,
2008).
Unsur
hara makro dan mikro dibuhkan oleh kacang hijau dengan jumlah tertentu untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Terdapat jenis unsur hara
mikro bila berlebihan akan merugikan tanaman. Salah satu jenis unsur hara mikro
Co dapat berpengaruh buruk terhadap tanaman. Co yang berlebihan akan menghambat
pertumbuhan akar, menhambat perpanjangan dan pembelahan sel, dan yang lebih buruk
lagi akan menghambat serapan dan perpindahan air dan nutrisi dari tanah ke
tumbuhan (Jaleel, 2009).
Penyiangan
dari gulma-gulma disekitaran tanaman akan membantu pertumbuhan tanaman kacang
hijau. Penyiangan memiliki fungsi mengurangi kompetisi mendapatkan air dan
nutrisi antara tanaman utama dengan gulma. Terdapat beberapa cara dlam
penyainagn lahan yaitu secara mekanik dan kimia (Yugi, 2012).
Pembuatan
parit dan pemberian bahan organik pada penanaman kacang hijau dapat membantu
dalam pertumbuhan tanaman. Bahan organik berperan untuk meningkatkan infiltrasi
dan mengurangi evaporasi sehingg lengas tanah tetap tersedia, tanah senantiasa
tersedia, dan sekaligus sebagai draenase saat kelebihan air akibat hujan lebat.
Lengas tanah tersedia saat tanaman membutuhkan dapat meningkatkan aktifitas
metabolisme sel, sebaliknya jika lengas tanah rendah akan menjadi faktor
pembatas (Edy, 2011).
Agustina
(2000) mengatakan bahwa kebutuhan nutrisi kacang hijau dapat diberikan dengan
pupuk anorganik, organik bahkan biofertilizer. Seperti tanaman legum lainnya,
kacang hijau dapat bersimbiosis dengan baik bersama Rhizobium sp. Simbiosis
yang terjadi antara tanaman kacang hijau dan rhizobium dapat mengurangi
penggunaan pupuk urea anorganik. Pupuk organik dapat diberikan agar kondisi
fisik, biologi dan kimia tanah dapat terjaga kesehatannya. Bahan organik juga
berfungsi sebagai bahan makanan untuk mikroba-mikriba yang ada dalam tanah.
Pada
pertanaman kacang hijau tidak diperlukan lagi pemupukan apabila pada musim
pertanman sebelumnya telah melakuakn pemupukan yang baik, utamanya penggunaan
pupuk N. Pada daerah panas dan kelembaban rendah penyiraman dilakukan pada 21
HST dan 36 HST, namun pada daerah sedang cukup melakukan penyiraman pada 21 HST
(Balitkabi, 2005).
Kesesuaian suatu jenis tanaman
dengan tanaman yang lain di-tentukan oleh sifat agronomi tanaman itu sendiri
yang saling berinteraksi dengan lingkungan, sehingga untuk memperoleh
pertumbuhan yang baik dari suatu jenis tanaman diperlukan lingkungan yang
op-timum. Dalam hal ini waktu tanam suatu jenis tanaman optimum untuk suatu
pola tumpangsari, artinya bahwa terdapat wak-tu tanam tertentu yang memberikan
pro-duksi yang baik pada suatu pola tum-pangsari (Syaifuddin, 2011).
BAB
3. BAHAN DAN METODE
3.1
Tempat dan Waktu
Pelaksanaan
praktikum Pembiakan Tanaman acara Hambatan Perkecambahan Benih Akibat Dormansi
dan Pemecahannya dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2013 pada pukul 07.00 –
09.00 WIB, dilakukan di Agrotechnopark Jubung Fakultas Pertanian Universitas
Jember.
3.2
Alat dan bahan
3.2.1
Alat
1. Timbangan
2. Papan Nama
3. Cangkul
4. Timbangan
3.2.2
Bahan
1.
Benih kacang Hijau
2.
Air
3.
Pupuk
3.3
Cara
kerja
1.
Mempersiapkan Alat
dan bahan yang diperlukan
2.
Menguji benih
apakah layak atau tidak untuk ditanam
3.
Membuat bedengan
sesuai ukuran.
4.
Menentukan pola
tanam pada Musim penghujan, benih kacang hijau ditanam dealam larikan dengan
jarak tanam 40 X 15. Pada Musim kemarau dapat ditanam lebih rapat yaitu dengan
25 X 25 atau 30 X 20 CM.
5.
Membuat lubang
tanam dengan tugal, setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikuti dengan
memasukkan pupuk pada lubang dua dan tiga lalul menutupnya dengan tanah.
6.
Melakukan pemupukan
dasar dengan dosis yang dianjurkan.
7.
Melakukan
pemeliharaan anaman yang meliputi penyulaman, penyianagn, pembumbunan,
penyiraman, pengendalian PHT
8.
Melakukan pemupukan
menjelang tanaman berbunga atau saat tanaman berumur satu bulang. Memasukkan
pupuk kedalam lubang yang jaraknya 5-6 cm dari tanaman, yang kedua jaraknya 10
cm dari tanaman kemudian tutup dengan tanah
9.
Melakukan perawatan
kemudian melakukan pemanenan.
3.4
Parameter
Pengamatan
1.
Kecepatan
berkecambah
2.
Tinggi Tanaman
3.
Jumlah Daun
4.
Panjang Daun
5.
Umur Berbunga
6.
Umur Mulai
terbentunya polong
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Tabel
Pengamatan
|
Perlakuan
|
Minggu ke
|
Rerata
Tinggi Tanaman (cm)
|
Rerata
Jumlah Daun
|
Jumlah
Akar
|
Panjang
Akar (cm)
|
|
Kontrol
(1 & 4)
|
1
|
5,42
|
2,73
|
18
|
22
|
|
2
|
9,91
|
6,61
|
|||
|
3
|
19,73
|
12,67
|
|||
|
4
|
32,3
|
14,76
|
|||
|
5
|
42,84
|
27,43
|
|||
|
6
|
46,71
|
34,57
|
|||
|
7
|
79,24
|
45,73
|
|||
|
Perlakuan 1
(2 & 5)
|
1
|
6,45
|
1,53
|
47,5
|
24,5
|
|
2
|
13,42
|
6,73
|
|||
|
3
|
17,05
|
16,39
|
|||
|
4
|
45,41
|
15,01
|
|||
|
5
|
35,35
|
23,1
|
|||
|
6
|
50,85
|
36,75
|
|||
|
7
|
62,95
|
42,81
|
|||
|
Perlakuan 2
(3 & 6)
|
1
|
7,76
|
1,72
|
14
|
21,41
|
|
2
|
11,22
|
7,72
|
|||
|
3
|
18,21
|
14,62
|
|||
|
4
|
30,63
|
18,98
|
|||
|
5
|
44,33
|
19,93
|
|||
|
6
|
52,66
|
23,64
|
|||
|
7
|
65,15
|
91,74
|
4.1.2 Grafik
Rerata Tinggi Tanaman
4.1.3 Grafik
Rerata Jumlah Daun
4.1.4 Grafik
Akar
4.2 Pembahasan
Pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau sangat
dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang
harus diperhatikan adalah pemilia varietas kacang hijau. Varietas kutilang dan
varieatas vima-1 merupakan varietas-varieats unggul kacang hijau.
Varieats-varietas tersebut sudah mendapat sertifikat dan dapat dibudidayakan
secara luas. Faktor-faktor eksternal seperti nutrisi (unsur hara), tinggi
tempat, penyinaran, suhu, kelembaban dan pH tanah. Nutrisi atau unsur hara yang
dibutuhkan kacang hijau harus seimbang. Kacang hijau tidak menghendaki
pemberian urea yang berlebihan karena akan menghambat pertumbuhan dari bintil
akar. Kacang hiaju sudah mendapatkan supai nitrogen dari bintil akar tersebut
sehingga tidak membutuhkan suplai urea yang terlalu banyak. Kacang hijau merupakan tanaman tropis yang menghendaki
suasana panas selama hidupnya. Tanaman kacang hijau dapat ditanam di dataran
rendah hingga ketinggian 700 m (5 – 700 m dpl). Di daerah dengan ketinggian di
atas 750 m dpl produksi kacang hijau menurun. Kacang
hijau dapat tumbuh baik pada suhu udara optimal antara 25 – 270C.
Pada dasarnya kacang hijau menyukai daerah yang memiliki kelembapan udara
antara 50 – 89%. Selain itu, tanaman ini memerlukan cahaya matahari lebih dari
10 jam/hari. Daerah yang memiliki curah hujan
50 – 200 mm/bulan merupakan daerah yang baik untuk budidaya tanaman ini. Curah
hujan tinggi menyebabkan tanaman mudah rebah dan terserang penyakit. Jenis tanah yang dikehendaki kacang hijau adalah tanah liat
berlempung atau lempung yang mengandung bahan organic tinggi, memiliki tata air
dan udara yang baik. Jenis tanah yang dianjurkan adalah ultisol, latosol, dan
lahan sawah menjelang penanaman padi pada musim kemarau. Keasaman tanah yang
diperlukan untuk tumbuh optimal, yaitu pH tanah antara 5,8 – 6,5. Tanah dibawah
pH 5,8 perlu diberikan pengapuran.
Tanaman kacang hijau
merupakan tanaman palawija yang akan tumbuh baik pada daerah dataran rendah.
Setiap jenis tanaman memiliki spesifikasi tersendiri tentang suplai hara yang
dibutuhkan. Pemberian pupuk organik, urea, SP-36 dan KCl dapat diberikan dalam
dosis tertentu. Pemberian bahan organik pada saat budidaya dapat memperbaiki
sifak fisik, kimia dan biologi tanah. Hal ini dapt membantu pertumbuhan tanaman
kacang hijau. Pupuk urea sebenarnya tidak terlalu dibituhkan oleh jenis legum,
hal ini terjadi karena pada dasarnya tanaman legum sudah bersimbiosis dengan
rhizobium yang membantu untuk mendapatkan nitrogen bebas dari udara. Pemberian
pupuk urea berguna untuk memaksimalkan pertumbuhan pada fase vegetatif tanaman,
dengan pemberian pupuk urea yang seimbang dapat membantu pertumbuhan kacang
hijau, tapi dengan aplikasi pupuk urea yang terlalu banyak akan menghambat
pertumbuhan bintil akar dan akan merugikan tanaman. Menurut
Hermawati (2008) Unsur K pada KCl
memiliki peran sebagai pembentukan pati, pengaktif enzim, pembentuk stomata,
dan memperbaiki kekebalan tanaman dari patogen. Unsur K termasuk dalam unsur
hara makro yang banyak dibutuhkan oleh tanaman. Unsur hara k banyak dibuhkan
tanaman ketika memasuku fase generatif. Pada dasarnya pupuk Kalium diberikan
diawal pertanaman bersamaan dengan pupuk P. Unsur P dan K diberikan pada awal
pertanaman karena kedua jenis pupuk ini adalah jenis yang lama larut dalam air
sehingga lama untuk dapat terserap tanaman.
Sistem budidaya tanaman
mengajurkan adanya pengendalian gulma dan penjarangan apabila pada satu lubang
tanam terdapat lebih dari satu tanaman. Penjarangan dilakukan untuk mengurangi
terjadinya kompetisi untuk menyerap unsur hara. Hal ini bertujuan untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan memaksimalkan produksi tanaman. Dengan satu
lubang per tanaman dapat mengoptimalkan serapan hara, pemerataan paparan
radiasi sehingga tanaman dapat tumbuh
dan berproduksi secara maksimal. Pengendalian gulma juga berguna untuk
mengurangi kompetisi. Perlu diketahui bahwa gulma dapat menyerap 2kali lipat
lebih banyak menyerap unsur hara dibandingkan tanaman utama. Hal ini dapat merugikan
tanaman utama sehingga diperlukan pengendalian gulma. Selain itu, gulma juga
sebagai inang alternatif dari hama dan penyakit tertentu, jadi dengan
pengendalian gulma inid apat mengurangi resiko serangan hama dan penyakit
terhadap tanaman utama.
Varietas dan pemilihan waktu
berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang tanah. Berbeda varietas yang di tanam
akan berbeda pula pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kacang hijau. Menurut
Purnomo (2010) varietas kacang hijau kutilang memiliki potensi hasil mencapai
1,96 t/ha, namun pada varietas VIMA-1 memiliki potensi hasil mencapai 1,76
t/ha. Hal ini dapat menjelaskan pada perbedaan varietas tanaman akan membedakan
hasil prosuksi tanaman pula. Pemilihan waktu tanam memang sangat penting dilakukan.
Tanaman kacang hijau tidak menghendaki ada air yang terlalu banyak, air yang
terlalu banyak akan mengahambat pertumbuhan tanaman. Dengan itu pemilihan waktu
yang baik untuk penanaman kacang hijau adalah awal masuk musim kemarau atau
pada bulan april dan dapat dipanen paling lama awal bulan september. Menurut Purwono dan Purnamawati (2007)
tanaman kacang hijau memiliki umur yang relatif pendek yaitu 60 haris ejak
tanam. Penanaman kacang hijua biasanya dilakukan disela watu tanam padi antara
musim kering dengan musim hujan.
Berdasarkan data yang
dihasilkan selama pengamatan 7 minggu dilapang didpaatan hasil terbaik oleh
perluakn kontrol yaitu dengan tinggi tanaman mencapai 79,24 cm dengan jumlah
daun 46 helai. Pada perlakuan 1 dan 2 menghasilkan tinggi dan jumlah daun
dibawah perlakuan kontrol. Pada perlakuan satu menghasilkan tinggi tanaman
65,95 dengan jumlah daun mencapai 43 helai, sedangkan pada perlakuan dua tinggi
tanaman mencapai 65,15 cm dan jumlah daun sebanyak 91 helai.pada panjang akar
dan jumlah akar perlakuan menghasilkan data terbaik yaitu dengan panjang 24,5
cm dan jumlah akar mencapai 45,5 buah. Pada perlkuan kontrol dan perlakuan 2
menghasilka jumlah dan panjang akar yang
tidak berbeda nyata. Perlakuan kontrol menghasilkan jumlah akar sebanyak 18
dengan panajang akar emncapai 22 cm, sedangkan pada perlakuan 2 menghasilkan
penjang akar 21,41 cm dengan jumlah akar 14 buah. Berdasarkan data tersebut
didapatkan hasil terbaik yang terpisah, pada indikator bagian tinggi tanaman
dan jumlah daun hasil yang terbaik terdapat pada perlakuan kontrol, sedangkan
pada indikator pengamatan bagian bahwah seperti panjang dan jumlah akar
diperoleh hasil yang terbaik pada perlakuan 1. Hal ini mungkin saja terjadi
karena jumlah pemberian pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.
Perlakuan kontrol menghasilkan tinggi dan jumlah daun yang terbaik, hal ini
dapat terjadi karena bantuan simbiosis akar tanaman dengan bakteri rhizobium
yang membantu suplai nitrogen. Dengan tanpa aplikasi pupuk urea, bakteri rhizobium
tersebut dapat berkembang dengan maksimal sehingga dapat menyuplai kebutuhan
hara nitrogen untuk tanaman kacang hijau. Perlakuan 1 mendapatkan hasil panjang
dan jumlah akar yang terbaik namun tinggi dan jumlah daun yang paling buruk.
Hal ini dapat terjadi karena suplai unsur hara yang masih kurang sehingga
memaksa pertumbuha akar untuk mencari sumber unsur hara yang dibutuhkan dengan
cara memperbanyak dan memperpanjang akar tanaman, pemberian aplikasi pupuk urea
ternyata mempengaruhi pertumbuhan rhizobium pada akar, sehingga pertumbuha bintil terganggu.
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
1. Pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau
sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
yang harus diperhatikan adalah pemilia varietas kacang hijau. Varietas kutilang
dan varieatas vima-1 merupakan varietas-varieats unggul kacang hijau.
Varieats-varietas tersebut sudah mendapat sertifikat dan dapat dibudidayakan
secara luas. Faktor-faktor eksternal seperti nutrisi (unsur hara), tinggi
tempat, penyinaran, suhu, kelembaban dan pH tanah.
2. Tanaman kacang hijau merupakan tanaman palawija
yang akan tumbuh baik pada daerah dataran rendah. Setiap jenis tanaman memiliki
spesifikasi tersendiri tentang suplai hara yang dibutuhkan. Pemberian pupuk
organik, urea, SP-36 dan KCl dapat diberikan dalam dosis tertentu. Pemberian
bahan organik pada saat budidaya dapat memperbaiki sifak fisik, kimia dan
biologi tanah.
3. Sistem budidaya tanaman mengajurkan adanya pengendalian gulma
dan penjarangan apabila pada satu lubang tanam terdapat lebih dari satu
tanaman. Penjarangan dan pengendalian gulma dilakukan untuk mengurangi
terjadinya kompetisi untuk menyerap unsur hara. Gulma perlu sekali untuk
dikendaliakan karena termasuk sebagai inang alternatif dari hama.
4. Varietas
dan pemilihan waktu berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang tanah. Berbeda
varietas yang di tanam akan berbeda pula pertumbuhan dan hasil produksi tanaman
kacang hijau.
5. Perlakuan kontrol menghasilkan pertumbuha
jumlah daun dan tinggi tanaman terbaik, sedangkan pada perlkuan 1 menghasilkan
pertumbuhan bagian jumlah dan panjang akar terbaik. Hal ini beisa saja terjadi
karena faktor pemupukan ataupun faktor lingkungan seperti perwatan yang berbeda
5.2
Saran
Pengamatan
yang dilakukan saat praktikum dirasa sangat kurang, hal ini karena proses
pemanenan belum memasuki masa atau waktu yang tepat.
DAFTAR
PUSTAKA
Aak. 1989. Kacang Tanah. Yogyakarta
: Kanisius.
Atman. 2008. Teknologi Budidaya Kacang Hijau di Lahan Sawah. Ilmiah Tambua 7(1): 89-95.
Balitkabi.
2005. Teknik Budidaya Kacang Hijau. Malang
: Balitkabi Press
Edy,
dkk. 2011. Respon Tanaman Jagung
Tumpangsari Kacang Hijau Terhadap Perlakuan Parit pada Lahan Kering. Agrotropika 16(1) : 38-44.
Hemawati Tiur. 2008. Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata
L.Wilczek). pada Beberapa Takaran Pupuk Kandang Ayam Cair. Agronomy 12(2): 7-9.
Jaleel, et al. 2009.
Antioxidant potentials protect Vigna radiata (L.) Wilczek plants from
soil cobalt stress and improve growth and pigment composition. Plant Omics 2(3): 120-126.
Shaheen S, et al. 2012.
Comparative nutritional analysis between Vigna radiata and Vigna
mungo of Pakistan. Biotechnology
11(25): 6694-6702.
Syaifuddin. 2010. Perbedaan
Waktu Tanam Kacang Hijau Dalam Pertanaman Jagung. Agrisistem 6(1): 1-7.
Taunk J, et al. 2012. Genetic
diversity among greengram (Vigna radiata (L.)) genotypes varying in micronutrien
content using RAPD markers. Biotechnology
11 : 48-53.
Yugi R. 2012. Karakter Hasil Biji Kacang Hijau Pada Kondisi Pemupukan P
dan Intensitas Penyiangan Berbeda. Agrivigor
11(2): 137-143.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar