Jumat, 20 Desember 2013

BUDIDAYA KACANG HIJAU (PRODUKSI TANAMAN 1)



BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kacang Hijau merupakan tanaman pangan yang mengandung protein nabati cukup tinggi. Selain mengandung protein nabati, kacang hijau banyak mengandung vitamin, mineral, hingga Omega-3 yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Kacang Hijau merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan pada musim kemarau, karena tanaman Kacang Hijau tidak dapat tergenang oleh air. Kacang Hijau memiliki umur yang pendek dan dapat membantu mengembalikan kesehatan dan kesuburna tanah.
            Di Indoneia sendiri budidaya kacang hijau masih kurang diminati, kondsi ini terjadi karena kacang hijau sendiri belum termasik bahan panagn yang banyak dikonsumsi masyarakat dibandingkan kedelai, padi dan jagung. Kacang hijau sendiri sangat baik untuk masa pertumbuhan bayi karena kandungan protein dan omega-3 yang cukup tinggi. Dengan kandungan yang banyak bermanfaat tersebut seharusnya kacang hijau dapat di konsumsi lebih banayk lagi.
            Kacang Hijau dapat tumbuh baik dengan curah hujan 50-200 mm/bulan. Ketinggian tanah yang cocok untuk tanaman kacang hijau adalah 500 - 750 mdpl. Suhu yang sesuai dengan pertumbuhan kaacang tanah berkisar antara 20-28 oC. Hal ini menggambarkan bahwa tanaman Kacang Hijau baik ditanam pada daerah dataran rendah. Untuk kelembaban udara diharapkan berkisar antara 65%-75%. Dengan adanya hujan yang sering turun akan mengakibatkan penigkatan kelembaban udara yang terlalu tinggi, hal ini akan menghambat pertumbuhan tanaman Kacang Hijau. Kondisi yang dijabarkan dapat disimpulkan bahwa tanaman Kacang Hijau baik dibududayakan ketka masuk musim kemarau. Penanaman jenis legumenosa pada lahan pertanian dapat memperbaiki sifat biologi, kimia dan fisik tanah. Pada dasarnya tanaman legum akan bersimbiosis dengan jenis-jenis bakteri menguntungkan seperti rhizobium, sehingga tanah akan mengalami perbaikan dengan bantuan dari mikroba-mikroba tersebut.
            Pada dasarnya tanaman akan tumbuh optimal pada media tanam yang cocok untuk tanaman tersebut. Kacang Hijau memiliki speseifikasinya sendiri yaitu dengan tanah yang gembur dan ringan. Tingkat keasaman tanah berkisar antara 6,7. Tanaman Kacang Hijau membutuhkan cukup air. Bila tanaman Kacang Hijau kekurangan air akan mengakibatkan pertumbuha yang kerdil tan produksi akan menurun.

1.2 Tujuan
1. Mahasiswa dapat  mengetahui taknik budidaya tanaman Kacang Hijau yang baik
2. Mahasiswa dapat menanam Kacang Hijau dan dapat menghasilkan produksi Kacang Hijau yang baik


BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Achyad dan Rasyidah (2006) dalam Atman (2008) kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia, seperti: bubur kacang hijau dan isi onde-onde, dan lain-lain.Kecambahnya dikenal sebagai tauge. Tanaman ini mengandung zat-zat gizi, antara lain: amylum, protein, besi, belerang, kalsium, minyak lemak, mangan, magnesium, niasin, vitamin (B1, A, dan E). Manfaat lain dari tanaman ini adalah dapat melancarkan buang air besar dan menambah semangat hidup. Selain itu juga dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis,terkilir, beri-beri, demam nifas, kepala pusing/vertigo, memulihkan kesehatan,kencing kurang lancar, kurang darah, jantung mengipas, dan kepala pusing.
Kacang hijau dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk beberapa penyakit. Kandungan asam amino dan protein dapat membantu dalam pembentukan sel-sel baru. Kacang hijau selain digunakan sebagai obat dapat pula digunakan sebagai bahan kosmetik. Selain itu juga dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis, terkilir, beri-beri, demam nifas, kepala pusing/vertigo, memulihkan kesehatan, kencing kurang lancar, kurang darah, jantung mengipas, dan kepala pusing (Shaheen, 2012).
Menurut Taunk (2012) Produksi kacang hijau diharapkan dapat mengalami peningkatan. Peningkatan produksi kacang hijau dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti persilangan. Kebutuhan maupun produksi perlu terjadi keseimbangan. Produksi yang dihasilkan masih rendah karena budidaya yang kurang. Selain itu di dunia produksi kacang hijau kira-kira mencapai 5,5 per ha. Di india kebutuhan kacang hijau antara produsen maupun kontributor mencapai 75%.
            Unsur K pada K2O memiliki peran sebagai pembentukan pati, pengaktif enzim, pembentuk stomata, dan memperbaiki kekebalan tanaman dari patogen. Unsur K termasuk dalam unsur hara makro yang banyak dibutuhkan oleh tanaman. Unsur hara k banyak dibuhkan tanaman ketika memasuku fase generatif. Pada dasarnya pupuk Kalium diberikan diawal pertanaman bersamaan dengan pupuk P. Unsur P dan K diberikan pada awal pertanaman karena kedua jenis pupuk ini adalah jenis yang lama larut dalam air sehingga lama untuk dapat terserap tanaman (Hermawati, 2008).
            Unsur hara makro dan mikro dibuhkan oleh kacang hijau dengan jumlah tertentu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Terdapat jenis unsur hara mikro bila berlebihan akan merugikan tanaman. Salah satu jenis unsur hara mikro Co dapat berpengaruh buruk terhadap tanaman. Co yang berlebihan akan menghambat pertumbuhan akar, menhambat perpanjangan dan pembelahan sel, dan yang lebih buruk lagi akan menghambat serapan dan perpindahan air dan nutrisi dari tanah ke tumbuhan (Jaleel, 2009).
            Penyiangan dari gulma-gulma disekitaran tanaman akan membantu pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penyiangan memiliki fungsi mengurangi kompetisi mendapatkan air dan nutrisi antara tanaman utama dengan gulma. Terdapat beberapa cara dlam penyainagn lahan yaitu secara mekanik dan kimia (Yugi, 2012).
            Pembuatan parit dan pemberian bahan organik pada penanaman kacang hijau dapat membantu dalam pertumbuhan tanaman. Bahan organik berperan untuk meningkatkan infiltrasi dan mengurangi evaporasi sehingg lengas tanah tetap tersedia, tanah senantiasa tersedia, dan sekaligus sebagai draenase saat kelebihan air akibat hujan lebat. Lengas tanah tersedia saat tanaman membutuhkan dapat meningkatkan aktifitas metabolisme sel, sebaliknya jika lengas tanah rendah akan menjadi faktor pembatas (Edy, 2011).  
            Agustina (2000) mengatakan bahwa kebutuhan nutrisi kacang hijau dapat diberikan dengan pupuk anorganik, organik bahkan biofertilizer. Seperti tanaman legum lainnya, kacang hijau dapat bersimbiosis dengan baik bersama Rhizobium sp. Simbiosis yang terjadi antara tanaman kacang hijau dan rhizobium dapat mengurangi penggunaan pupuk urea anorganik. Pupuk organik dapat diberikan agar kondisi fisik, biologi dan kimia tanah dapat terjaga kesehatannya. Bahan organik juga berfungsi sebagai bahan makanan untuk mikroba-mikriba yang ada dalam tanah.
            Pada pertanaman kacang hijau tidak diperlukan lagi pemupukan apabila pada musim pertanman sebelumnya telah melakuakn pemupukan yang baik, utamanya penggunaan pupuk N. Pada daerah panas dan kelembaban rendah penyiraman dilakukan pada 21 HST dan 36 HST, namun pada daerah sedang cukup melakukan penyiraman pada 21 HST (Balitkabi, 2005).
            Kesesuaian suatu jenis tanaman dengan tanaman yang lain di-tentukan oleh sifat agronomi tanaman itu sendiri yang saling berinteraksi dengan lingkungan, sehingga untuk memperoleh pertumbuhan yang baik dari suatu jenis tanaman diperlukan lingkungan yang op-timum. Dalam hal ini waktu tanam suatu jenis tanaman optimum untuk suatu pola tumpangsari, artinya bahwa terdapat wak-tu tanam tertentu yang memberikan pro-duksi yang baik pada suatu pola tum-pangsari (Syaifuddin, 2011).



BAB 3. BAHAN DAN METODE
3.1 Tempat dan Waktu
Pelaksanaan praktikum Pembiakan Tanaman acara Hambatan Perkecambahan Benih Akibat Dormansi dan Pemecahannya dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2013 pada pukul 07.00 – 09.00 WIB, dilakukan di Agrotechnopark Jubung Fakultas Pertanian Universitas Jember.
3.2 Alat dan bahan
3.2.1 Alat
1.      Timbangan
2.      Papan Nama
3.      Cangkul
4.      Timbangan

3.2.2   Bahan
1.         Benih kacang Hijau
2.         Air
3.         Pupuk

3.3     Cara kerja
1.        Mempersiapkan Alat dan bahan yang diperlukan
2.        Menguji benih apakah layak atau tidak untuk ditanam
3.        Membuat bedengan sesuai ukuran.
4.        Menentukan pola tanam pada Musim penghujan, benih kacang hijau ditanam dealam larikan dengan jarak tanam 40 X 15. Pada Musim kemarau dapat ditanam lebih rapat yaitu dengan 25 X 25 atau 30 X 20 CM.
5.        Membuat lubang tanam dengan tugal, setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikuti dengan memasukkan pupuk pada lubang dua dan tiga lalul menutupnya dengan tanah.
6.        Melakukan pemupukan dasar dengan dosis yang dianjurkan.
7.        Melakukan pemeliharaan anaman yang meliputi penyulaman, penyianagn, pembumbunan, penyiraman, pengendalian PHT
8.        Melakukan pemupukan menjelang tanaman berbunga atau saat tanaman berumur satu bulang. Memasukkan pupuk kedalam lubang yang jaraknya 5-6 cm dari tanaman, yang kedua jaraknya 10 cm dari tanaman kemudian tutup dengan tanah
9.        Melakukan perawatan kemudian melakukan pemanenan.

3.4    Parameter Pengamatan
1.        Kecepatan berkecambah
2.        Tinggi Tanaman
3.        Jumlah Daun
4.        Panjang Daun
5.        Umur Berbunga
6.        Umur Mulai terbentunya polong


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Tabel Pengamatan
Perlakuan
Minggu ke
Rerata Tinggi Tanaman (cm)
Rerata Jumlah Daun
Jumlah Akar
Panjang Akar (cm)
Kontrol
(1 & 4)
1
5,42
2,73
18
22
2
9,91
6,61
3
19,73
12,67
4
32,3
14,76
5
42,84
27,43
6
46,71
34,57
7
79,24
45,73
Perlakuan 1
(2 & 5)
1
6,45
1,53
47,5
24,5
2
13,42
6,73
3
17,05
16,39
4
45,41
15,01
5
35,35
23,1
6
50,85
36,75
7
62,95
42,81
Perlakuan 2
(3 & 6)
1
7,76
1,72
14
21,41
2
11,22
7,72
3
18,21
14,62
4
30,63
18,98
5
44,33
19,93
6
52,66
23,64
7
65,15
91,74


4.1.2 Grafik Rerata Tinggi Tanaman
4.1.3 Grafik Rerata Jumlah Daun
4.1.4 Grafik Akar

4.2 Pembahasan
Pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang harus diperhatikan adalah pemilia varietas kacang hijau. Varietas kutilang dan varieatas vima-1 merupakan varietas-varieats unggul kacang hijau. Varieats-varietas tersebut sudah mendapat sertifikat dan dapat dibudidayakan secara luas. Faktor-faktor eksternal seperti nutrisi (unsur hara), tinggi tempat, penyinaran, suhu, kelembaban dan pH tanah. Nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan kacang hijau harus seimbang. Kacang hijau tidak menghendaki pemberian urea yang berlebihan karena akan menghambat pertumbuhan dari bintil akar. Kacang hiaju sudah mendapatkan supai nitrogen dari bintil akar tersebut sehingga tidak membutuhkan suplai urea yang terlalu banyak. Kacang hijau merupakan tanaman tropis yang menghendaki suasana panas selama hidupnya. Tanaman kacang hijau dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 700 m (5 – 700 m dpl). Di daerah dengan ketinggian di atas 750 m dpl produksi kacang hijau menurun. Kacang hijau dapat tumbuh baik pada suhu udara optimal antara 25 – 270C. Pada dasarnya kacang hijau menyukai daerah yang memiliki kelembapan udara antara 50 – 89%. Selain itu, tanaman ini memerlukan cahaya matahari lebih dari 10 jam/hari. Daerah yang memiliki curah hujan 50 – 200 mm/bulan merupakan daerah yang baik untuk budidaya tanaman ini. Curah hujan tinggi menyebabkan tanaman mudah rebah dan terserang penyakit. Jenis tanah yang dikehendaki kacang hijau adalah tanah liat berlempung atau lempung yang mengandung bahan organic tinggi, memiliki tata air dan udara yang baik. Jenis tanah yang dianjurkan adalah ultisol, latosol, dan lahan sawah menjelang penanaman padi pada musim kemarau. Keasaman tanah yang diperlukan untuk tumbuh optimal, yaitu pH tanah antara 5,8 – 6,5. Tanah dibawah pH 5,8 perlu diberikan pengapuran.
Tanaman kacang hijau merupakan tanaman palawija yang akan tumbuh baik pada daerah dataran rendah. Setiap jenis tanaman memiliki spesifikasi tersendiri tentang suplai hara yang dibutuhkan. Pemberian pupuk organik, urea, SP-36 dan KCl dapat diberikan dalam dosis tertentu. Pemberian bahan organik pada saat budidaya dapat memperbaiki sifak fisik, kimia dan biologi tanah. Hal ini dapt membantu pertumbuhan tanaman kacang hijau. Pupuk urea sebenarnya tidak terlalu dibituhkan oleh jenis legum, hal ini terjadi karena pada dasarnya tanaman legum sudah bersimbiosis dengan rhizobium yang membantu untuk mendapatkan nitrogen bebas dari udara. Pemberian pupuk urea berguna untuk memaksimalkan pertumbuhan pada fase vegetatif tanaman, dengan pemberian pupuk urea yang seimbang dapat membantu pertumbuhan kacang hijau, tapi dengan aplikasi pupuk urea yang terlalu banyak akan menghambat pertumbuhan bintil akar dan akan merugikan tanaman. Menurut Hermawati (2008) Unsur K pada KCl memiliki peran sebagai pembentukan pati, pengaktif enzim, pembentuk stomata, dan memperbaiki kekebalan tanaman dari patogen. Unsur K termasuk dalam unsur hara makro yang banyak dibutuhkan oleh tanaman. Unsur hara k banyak dibuhkan tanaman ketika memasuku fase generatif. Pada dasarnya pupuk Kalium diberikan diawal pertanaman bersamaan dengan pupuk P. Unsur P dan K diberikan pada awal pertanaman karena kedua jenis pupuk ini adalah jenis yang lama larut dalam air sehingga lama untuk dapat terserap tanaman.   
Sistem budidaya tanaman mengajurkan adanya pengendalian gulma dan penjarangan apabila pada satu lubang tanam terdapat lebih dari satu tanaman. Penjarangan dilakukan untuk mengurangi terjadinya kompetisi untuk menyerap unsur hara. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan memaksimalkan produksi tanaman. Dengan satu lubang per tanaman dapat mengoptimalkan serapan hara, pemerataan paparan radiasi  sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Pengendalian gulma juga berguna untuk mengurangi kompetisi. Perlu diketahui bahwa gulma dapat menyerap 2kali lipat lebih banyak menyerap unsur hara dibandingkan tanaman utama. Hal ini dapat merugikan tanaman utama sehingga diperlukan pengendalian gulma. Selain itu, gulma juga sebagai inang alternatif dari hama dan penyakit tertentu, jadi dengan pengendalian gulma inid apat mengurangi resiko serangan hama dan penyakit terhadap tanaman utama.
Varietas dan pemilihan waktu berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang tanah. Berbeda varietas yang di tanam akan berbeda pula pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kacang hijau. Menurut Purnomo (2010) varietas kacang hijau kutilang memiliki potensi hasil mencapai 1,96 t/ha, namun pada varietas VIMA-1 memiliki potensi hasil mencapai 1,76 t/ha. Hal ini dapat menjelaskan pada perbedaan varietas tanaman akan membedakan hasil prosuksi tanaman pula. Pemilihan waktu tanam memang sangat penting dilakukan. Tanaman kacang hijau tidak menghendaki ada air yang terlalu banyak, air yang terlalu banyak akan mengahambat pertumbuhan tanaman. Dengan itu pemilihan waktu yang baik untuk penanaman kacang hijau adalah awal masuk musim kemarau atau pada bulan april dan dapat dipanen paling lama awal bulan september.  Menurut Purwono dan Purnamawati (2007) tanaman kacang hijau memiliki umur yang relatif pendek yaitu 60 haris ejak tanam. Penanaman kacang hijua biasanya dilakukan disela watu tanam padi antara musim kering dengan musim hujan.
Berdasarkan data yang dihasilkan selama pengamatan 7 minggu dilapang didpaatan hasil terbaik oleh perluakn kontrol yaitu dengan tinggi tanaman mencapai 79,24 cm dengan jumlah daun 46 helai. Pada perlakuan 1 dan 2 menghasilkan tinggi dan jumlah daun dibawah perlakuan kontrol. Pada perlakuan satu menghasilkan tinggi tanaman 65,95 dengan jumlah daun mencapai 43 helai, sedangkan pada perlakuan dua tinggi tanaman mencapai 65,15 cm dan jumlah daun sebanyak 91 helai.pada panjang akar dan jumlah akar perlakuan menghasilkan data terbaik yaitu dengan panjang 24,5 cm dan jumlah akar mencapai 45,5 buah. Pada perlkuan kontrol dan perlakuan 2 menghasilka jumlah dan  panjang akar yang tidak berbeda nyata. Perlakuan kontrol menghasilkan jumlah akar sebanyak 18 dengan panajang akar emncapai 22 cm, sedangkan pada perlakuan 2 menghasilkan penjang akar 21,41 cm dengan jumlah akar 14 buah. Berdasarkan data tersebut didapatkan hasil terbaik yang terpisah, pada indikator bagian tinggi tanaman dan jumlah daun hasil yang terbaik terdapat pada perlakuan kontrol, sedangkan pada indikator pengamatan bagian bahwah seperti panjang dan jumlah akar diperoleh hasil yang terbaik pada perlakuan 1. Hal ini mungkin saja terjadi karena jumlah pemberian pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Perlakuan kontrol menghasilkan tinggi dan jumlah daun yang terbaik, hal ini dapat terjadi karena bantuan simbiosis akar tanaman dengan bakteri rhizobium yang membantu suplai nitrogen. Dengan tanpa aplikasi pupuk urea, bakteri rhizobium tersebut dapat berkembang dengan maksimal sehingga dapat menyuplai kebutuhan hara nitrogen untuk tanaman kacang hijau. Perlakuan 1 mendapatkan hasil panjang dan jumlah akar yang terbaik namun tinggi dan jumlah daun yang paling buruk. Hal ini dapat terjadi karena suplai unsur hara yang masih kurang sehingga memaksa pertumbuha akar untuk mencari sumber unsur hara yang dibutuhkan dengan cara memperbanyak dan memperpanjang akar tanaman, pemberian aplikasi pupuk urea ternyata mempengaruhi pertumbuhan rhizobium pada akar, sehingga pertumbuha  bintil terganggu.  




BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang harus diperhatikan adalah pemilia varietas kacang hijau. Varietas kutilang dan varieatas vima-1 merupakan varietas-varieats unggul kacang hijau. Varieats-varietas tersebut sudah mendapat sertifikat dan dapat dibudidayakan secara luas. Faktor-faktor eksternal seperti nutrisi (unsur hara), tinggi tempat, penyinaran, suhu, kelembaban dan pH tanah.
2. Tanaman kacang hijau merupakan tanaman palawija yang akan tumbuh baik pada daerah dataran rendah. Setiap jenis tanaman memiliki spesifikasi tersendiri tentang suplai hara yang dibutuhkan. Pemberian pupuk organik, urea, SP-36 dan KCl dapat diberikan dalam dosis tertentu. Pemberian bahan organik pada saat budidaya dapat memperbaiki sifak fisik, kimia dan biologi tanah.
3. Sistem budidaya tanaman mengajurkan adanya pengendalian gulma dan penjarangan apabila pada satu lubang tanam terdapat lebih dari satu tanaman. Penjarangan dan pengendalian gulma dilakukan untuk mengurangi terjadinya kompetisi untuk menyerap unsur hara. Gulma perlu sekali untuk dikendaliakan karena termasuk sebagai inang alternatif dari hama.
4.    Varietas dan pemilihan waktu berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang tanah. Berbeda varietas yang di tanam akan berbeda pula pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kacang hijau.
5.     Perlakuan kontrol menghasilkan pertumbuha jumlah daun dan tinggi tanaman terbaik, sedangkan pada perlkuan 1 menghasilkan pertumbuhan bagian jumlah dan panjang akar terbaik. Hal ini beisa saja terjadi karena faktor pemupukan ataupun faktor lingkungan seperti perwatan yang berbeda 
5.2 Saran
            Pengamatan yang dilakukan saat praktikum dirasa sangat kurang, hal ini karena proses pemanenan belum memasuki masa atau waktu yang tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Aak. 1989. Kacang Tanah. Yogyakarta : Kanisius.
Atman. 2008. Teknologi Budidaya Kacang Hijau di Lahan Sawah. Ilmiah Tambua 7(1): 89-95.
Balitkabi. 2005. Teknik Budidaya Kacang Hijau. Malang : Balitkabi Press
Edy, dkk. 2011. Respon Tanaman Jagung Tumpangsari Kacang Hijau Terhadap Perlakuan Parit pada Lahan Kering. Agrotropika 16(1) : 38-44.
Hemawati Tiur. 2008. Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.Wilczek). pada Beberapa Takaran Pupuk Kandang Ayam Cair. Agronomy 12(2): 7-9.
Jaleel, et al. 2009. Antioxidant potentials protect Vigna radiata (L.) Wilczek plants from soil cobalt stress and improve growth and pigment composition. Plant Omics 2(3): 120-126.
Shaheen S, et al. 2012. Comparative nutritional analysis between Vigna radiata and Vigna mungo of Pakistan. Biotechnology 11(25): 6694-6702.
Syaifuddin. 2010.  Perbedaan Waktu Tanam Kacang Hijau Dalam Pertanaman Jagung. Agrisistem 6(1): 1-7.
Taunk J, et al. 2012. Genetic diversity among greengram (Vigna radiata (L.)) genotypes varying in micronutrien content using RAPD markers. Biotechnology 11 : 48-53.
Yugi R. 2012. Karakter Hasil Biji Kacang Hijau Pada Kondisi Pemupukan P dan Intensitas Penyiangan Berbeda. Agrivigor 11(2): 137-143.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar